UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN ANDONG MERAH (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
DOI:
https://doi.org/10.36656/z3g91v41Keywords:
Cordyline fruticosa (L.) A Cheval, antibacterial, Staphylococcus aureus, ethanol extract, fractionationAbstract
Daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) merupakan tanaman hias yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat, dan air dari daun andong merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Kemudian dilanjut dengan fraksinasi cair-cair menggunakan nheksan, etil asetat dan air. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol dan fraksi-fraksi daun andong merah memiliki daya hambat terhadap Staphylococcus aureus, dengan fraksi etil asetat pada konsentrasi 50% menunjukan zona hambat terbesar. Dengan demikian, daun andong merah berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami terhadap Staphylococcus aureus.
