EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM SEMBIRING TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.36656/2f4vpf24Keywords:
Rasionalitas, Antibiotik, Infeksi Saluran Kemih, Pasien Rawat InapAbstract
Infeksi Saluran Kemih (ISK) memerlukan penggunaan antibiotik yang rasional untuk mencegah risiko resistensi antimikroba. Studi deskriptif retrospektif ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan antibiotik dan memancarkan rasionalitasnya di antara 67 pasien ISK rawat inap di Rumah Sakit Umum Sembiring (RSU Sembiring) dari bulan Juli hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi pasien sebagian besar perempuan (71,6%) dan termasuk dalam kelompok usia <20 tahun (32,8%). Sementara 29,9% pasien tidak menerima antibiotik, regimen yang paling umum di antara mereka yang diobati adalah kombinasi Cefixime dan Ceftriaxone (26,9%), monoterapi Cefixime (25,4%), dan monoterapi Ceftriaxone (11,9%). Evaluasi rasionalitas—berdasarkan indikasi yang tepat, pilihan obat, dosis, dan rute pemberian—mengungkapkan tingkat kesesuaian sebesar 67,2% (45 kasus rasional) dan tingkat ketidaksesuaian sebesar 32,8% (22 kasus). Secara keseluruhan, penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Umum Sembiring dianggap cukup rasional; namun, kepatuhan terhadap pedoman pengobatan perlu ditingkatkan untuk meminimalkan ketidakakuratan pengobatan.
