PERAN KOMITE MUTU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DRS. H. AMRI TAMBUNAN LUBUK PAKAM
DOI:
https://doi.org/10.36656/jdmhc.v3i2.3224Keywords:
Komite Mutu, kualitas layanan, rumah sakit, kebijakan manajemen, audit mutu, pelatihan stafAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komite Mutu dalam meningkatkan kualitas layanan di RSUD Drs. H. Amri Tambunan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji berbagai aspek terkait pelaksanaan kebijakan manajemen, pemantauan indikator mutu, audit mutu, pengelolaan Indikator Kinerja Utama (KPI), serta pelatihan staf. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota Komite Mutu, manajemen rumah sakit, dan staf yang terlibat dalam proses-proses tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komite Mutu berperan aktif dalam memastikan pelaksanaan kebijakan manajemen rumah sakit sesuai dengan standar yang ditetapkan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap indikator mutu. Selain itu, audit mutu yang dilakukan membantu mengidentifikasi permasalahan dan memperbaiki prosedur layanan, sementara pengelolaan KPI berfokus pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. Komite Mutu juga terlibat dalam program pelatihan staf yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga medis maupun non-medis.
Temuan ini mengindikasikan bahwa peran Komite Mutu di RSUD Drs. H. Amri Tambunan sangat krusial dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan rumah sakit secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan praktik layanan bermutu di bidang kesehatan, khususnya dalam konteks rumah sakit pemerintah.
References
Dhamanti, I., Anggaini, D., & Khotimah, F. (2021). Faktor yang mempengaruhi pelaporan keselamatan pasien oleh perawat: Studi kualitatif di rumah sakit swasta. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 89–96. https://doi.org/10.20473/jaki.v9i2.2021.89-96
Effendy, S. (2017). Manajemen mutu pelayanan kesehatan. Jakarta: EGC.
Endradita, M. G. (2020). Komite mutu rumah sakit pasca pemberlakuan Permenkes Nomor 80 Tahun 2020.
Hasanah, N. (2022). Pengaruh pelatihan terhadap peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di rumah sakit. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 25(1), 45–52.
KARS. (2023). Panduan implementasi standar akreditasi SNARS edisi lanjutan 2023. Jakarta: Komisi Akreditasi Rumah Sakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang keselamatan pasien rumah sakit. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2018 tentang mutu pelayanan di rumah sakit. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2020 tentang komite mutu rumah sakit. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang keselamatan pasien rumah sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mitra Fasyankes. (2024). Standar akreditasi rumah sakit terbaru tahun 2024. Diakses dari https://mitrafasyankes.com
Mutu Pelayanan Kesehatan. (2022). Pengorganisasian mutu di rumah sakit. Diakses dari https://mutupelayanankesehatan.net
Ningsih, R. (2019). Analisis penggunaan indikator mutu dalam menilai pelayanan rumah sakit. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 9(2), 33–40.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pohan, I. S. (2016). Jaminan mutu pelayanan kesehatan: Dasar-dasar pengertian dan penerapannya. Jakarta: EGC.
Prasetyo, B. D., & Maharani, R. (2022). Peran komite mutu dalam menjamin mutu pelayanan di rumah sakit. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 10(1), 35–42.
Pratiwi, F. D., & Andayani, T. R. (2020). Analisis budaya keselamatan pasien terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 8(1), 27–34.
RS Awal Bros Batam. (2022). Pedoman kerja komite mutu rumah sakit. Diakses dari https://id.scribd.com
Sari, M., Wahyuni, D., & Fadilah, L. (2021). Peran komite mutu dalam penerapan standar akreditasi rumah sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(2), 108–116.
Setiawan, D., & Nurhadi, D. (2021). Efektivitas audit internal dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 10(1), 53–60.
Tjiptono, F., & Diana, A. (2016). Total quality management. Yogyakarta: Andi Offset.
World Health Organization. (2009). Patient safety: A world alliance for safer health care – WHO draft guidelines for adverse event reporting and learning systems. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2015). Patient safety curriculum guide: Multi-professional edition. Geneva: WHO.
Wulandari, A., & Rachmawati, N. (2023). Evaluasi peran komite mutu dalam implementasi keselamatan pasien di rumah sakit X. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 11(1), 15–25.
Wulandari, D. (2020). Evaluasi audit mutu internal di rumah sakit: Studi kualitatif. Jurnal Mutu Kesehatan, 12(3), 57–64.


