OPTIMALISASI KUALITAS LINGKUNGAN RUMAH SEHAT PADA KELUARGA PASIEN TUBERKULOSIS
DOI:
https://doi.org/10.36656/jpmph.v6i4.3283Kata Kunci:
tuberkulosis, ventilasi, kelembaban, pencahayaan, pemberdayaan keluargaAbstrak
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Penularan TB tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal, terutama kualitas ventilasi, kelembapan, dan pencahayaan rumah. Keluarga pasien TB memiliki risiko pajanan lebih tinggi karena adanya kontak erat dengan pasien, sehingga diperlukan upaya pemberdayaan keluarga dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga pasien TB mengenai optimalisasi kualitas lingkungan rumah sehat sebagai upaya mendukung pencegahan penularan TB. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, melalui pendekatan edukasi, observasi kondisi lingkungan rumah, dan pendampingan keluarga pasien TB. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta mengenai peran ventilasi, kelembapan, dan pencahayaan dalam pengendalian TB. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 78,67 sebelum edukasi menjadi 96,58 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 17,91 poin atau 22,77%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan kesehatan lingkungan efektif dalam meningkatkan pemahaman keluarga pasien TB mengenai pentingnya penerapan rumah sehat. Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung program pengendalian TB berbasis keluarga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Referensi
Aditama, T. Y., & Subuh, M. (2011). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Baker, M., Das, D., Venugopal, K., & Howden-Chapman, P. (2008). Tuberculosis associated with household crowding in a developed country. Journal of Epidemiology and Community Health, 62(8), 715–721. https://doi.org/10.1136/jech.2007.063610
Bates, M. N., Khalakdina, A., Pai, M., Chang, L., Lessa, F., & Smith, K. R. (2007). Risk of tuberculosis from exposure to tobacco smoke: A systematic review and meta-analysis. Archives of Internal Medicine, 167(4), 335–342. https://doi.org/10.1001/archinte.167.4.335
Escombe, A. R., Moore, D. A. J., Gilman, R. H., Navincopa, M., Ticona, E., Mitchell, B., Noakes, C., Martínez, C., Sheen, P., Ramirez, R., Quino, W., Gonzalez, A., Friedland, J. S., & Evans, C. A. (2009). The infectiousness of tuberculosis patients coinfected with HIV. PLoS Medicine, 6(9), e1000104. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000104
Escombe, A. R., Oeser, C. C., Gilman, R. H., Navincopa, M., Ticona, E., Pan, W., Martínez, C., Chacaltana, J., Rodriguez, R., Moore, D. A. J., Friedland, J. S., & Evans, C. A. (2007). Natural ventilation for the prevention of airborne contagion. PLoS Medicine, 4(2), e68. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0040068
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (1999). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/Menkes/Per/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kurniasih, S., & Widodo, S. (2017). Faktor risiko lingkungan rumah terhadap kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 16(1), 1–7.
Lönnroth, K., Jaramillo, E., Williams, B. G., Dye, C., & Raviglione, M. (2009). Drivers of tuberculosis epidemics: The role of risk factors and social determinants. Social Science & Medicine, 68(12), 2240–2246. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2009.03.041
Nuraini, N., & Rahayu, S. (2020). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 89–96.
Rahayu, S., & Haryoto, P. (2019). Hubungan ventilasi, pencahayaan, kelembapan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(2), 120–128.
Sari, N. P., & Putra, I. W. G. A. E. (2021). Environmental factors associated with pulmonary tuberculosis incidence: A systematic review. International Journal of Public Health Science, 10(3), 530–538.
World Health Organization. (2009). WHO policy on TB infection control in health-care facilities, congregate settings and households. World Health Organization.
World Health Organization. (2025). Global tuberculosis report 2025. World Health Organization.