PENYULUHAN PENCEGAHAN STRES KERJA DAN KELELAHAN PADA PENGEMUDI ANGKUTAN UMUM DI KELURAHAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG

Penulis

  • Ira Risnawati Institut Kesehatan Deli Husada

DOI:

https://doi.org/10.36656/jpmph.v6i4.3281

Abstrak

Pengemudi angkutan umum bekerja dengan tuntutan konsentrasi tinggi dan waktu kerja panjang yang dapat memicu stres kerja dan kelelahan sehingga memengaruhi keselamatan berkendara. Pengetahuan pengemudi tentang pencegahan kedua masalah tersebut perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pengemudi angkutan umum di Kelurahan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, mengenai stres kerja dan kelelahan serta upaya pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 dengan 25 pengemudi. Tahapannya meliputi persiapan, pelaksanaan berupa ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan studi kasus, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan observasi partisipasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator: stres kerja dari 50% menjadi 75%, kelelahan kerja dari 48% menjadi 70%, pencegahan stres dari 40% menjadi 80%, dan pencegahan kelelahan dari 60% menjadi 80%. Rerata keempat indikator naik dari 49,5% menjadi 76,25% (26,75 poin persentase), dengan peningkatan terbesar pada pencegahan stres. Kesimpulannya, penyuluhan diikuti peningkatan pengetahuan peserta pada aspek yang diukur. Tingkat stres, kelelahan, perilaku berkendara, dan kecelakaan tidak diukur sehingga tidak dapat disimpulkan. Pendampingan lanjutan dan dukungan pengaturan waktu istirahat disarankan..

 

Kata Kunci : stres kerja, kelelahan kerja, pengemudi angkutan umum, penyuluhan, keselamatan dan Kesehatan kerja

 

Referensi

Connor, J., Norton, R., Ameratunga, S., Robinson, E., Civil, I., Dunn, R., Bailey, J., & Jackson, R. (2002). Driver sleepiness and risk of serious injury to car occupants: Population based case control study. BMJ, 324(7346), 1125.

Grandjean, E. (1988). Fitting the task to the man: A textbook of occupational ergonomics (4th ed.). Taylor & Francis.

Karasek, R. A. (1979). Job demands, job decision latitude, and mental strain: Implications for job redesign. Administrative Science Quarterly, 24(2), 285–308.

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer.

Philip, P., Sagaspe, P., Moore, N., Taillard, J., Charles, A., Guilleminault, C., & Bioulac, B. (2005). Fatigue, sleep restriction and driving performance. Accident Analysis & Prevention, 37(3), 473–478.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Siegrist, J. (1996). Adverse health effects of high-effort/low-reward conditions. Journal of Occupational Health Psychology, 1(1), 27–41.

Tse, J. L. M., Flin, R., & Mearns, K. (2006). Bus driver well-being review: 50 years of research. Transportation Research Part F: Traffic Psychology and Behaviour, 9(2), 89–114.

Useche, S. A., Gómez, V., Cendales, B., & Alonso, F. (2018). Working conditions, job strain, and traffic safety among three groups of public transport drivers. Safety and Health at Work, 9(4), 454–461.

Useche, S. A., Cendales, B., Alonso, F., Pastor, J. C., & Montoro, L. (2019). Stress-related psychosocial factors at work, fatigue, and risky driving behavior in bus rapid transport (BRT) drivers. Accident Analysis & Prevention, 122, 189–198.

World Health Organization. (2023). Global status report on road safety 2023. WHO.

Diterbitkan

2026-10-02