Education PENGARUH PENERAPAN STOP WORK AUTHORITY (SWA) TERHADAP SAFETY BEHAVIOR PADA PEKERJA DI PT. X TAHUN 2026
PENGARUH PENERAPAN STOP WORK AUTHORITY (SWA) TERHADAP SAFETY BEHAVIOR PADA PEKERJA DI PT. X TAHUN 2026
DOI:
https://doi.org/10.36656/jpmph.v6i4.3228Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan Stop Work Authority* (SWA) terhadap perilaku keselamatan pekerja di PT X pada tahun 2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya perilaku keselamatan dalam mencegah kecelakaan kerja, di mana SWA memberikan wewenang kepada pekerja untuk menghentikan pekerjaan setiap kali ditemukan kondisi atau tindakan yang tidak aman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Melalui metode total sampling, seluruh 40 karyawan PT X dilibatkan sebagai responden. Kuesioner yang digunakan sebagai instrumen pengumpulan data telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan prosedur analisis univariat dan bivariat. Sebagai metode uji statistik, digunakan Fisher's Exact Test sebagai alternatif dari uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki penerapan SWA yang baik (26 responden atau 65,0%) dan perilaku keselamatan yang baik (29 responden atau 72,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p sebesar 0,007 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan secara statistik dari penerapan SWA terhadap perilaku keselamatan pekerja. Responden dengan penerapan SWA yang baik cenderung menunjukkan perilaku keselamatan yang lebih baik (88,5%) dibandingkan dengan responden yang memiliki penerapan SWA kurang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan SWA berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan dan partisipasi keselamatan pekerja di tempat kerja. Disarankan agar perusahaan terus meningkatkan program kesadaran SWA serta dukungan manajemen terhadap hak pekerja dalam menjalankan SWA demi menjamin lingkungan kerja yang aman dan mencapai target nihil kecelakaan (zero accident).
Referensi
Ayuni, M. Q., Yusuf, M., & Dwiyanti, E. (2022). Performance analysis of the behavior based safety program in reducing occupational accident rates. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 11(2), 275–284. https://doi.org/10.20473/ijosh.v11i2.2022.275-284
Budiono, B., et al. (2024). Pengaruh budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap unsafe action pada pekerja di PT. X divisi fabrikasi baja. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 9(2). https://doi.org/10.51933/health.v9i2.1766
Delia Meldra, Y. M. (2025). Analisis concern report dan stop work authority terhadap tingkat keselamatan kerja karyawan di PT. XY. Jurnal Keselamatan Kerja, 3(2), 3–6.
Halim, A. (2025). Pembentukan budaya safety melalui penerapan safety talk dan stop work authority di PT BTUB. Jurnal K3 Indonesia, 14, 768–777.
Handayani, H., & Meirianna, E. S. (2025). Exploring the role of organizational culture in shaping safety behaviors among informal construction workers. Journal of Occupational Safety Research, 4(9), 2901–2916.
International Labour Organization. (2023). A call for safer and healthier working environments. International Labour Organization.
Kusumapradja, R., & Mustikawati, I. S. (2024). How safety knowledge and work environment affect workplace accidents: Uncovering the role of safety behaviors. International Journal of Workplace Safety, 5(9), 686–696.
Mohammadfam, I., Mahdinia, M., Mohammadi, M. A., & Soltanian, A. R. (2022). Effect of safety climate on safety behavior and occupational injuries: A systematic review study. Safety Science, 156, 105917. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2022.105917
Neal, A., & Griffin, M. A. (2006). A study of the lagged relationships among safety climate, safety motivation, safety behavior, and accidents at the individual and group levels. Journal of Applied Psychology, 91(4), 946–953. https://doi.org/10.1037/0021-9010.91.4.946
Pakaya, N., Jusuf, H., & Mahdang, P. A. (2024). Hubungan faktor pengawasan K3 dan SOP K3 dengan penerapan safety behavior pada pekerja bagian produksi di PT Charoen Pokphand Indonesia. Jurnal Kesehatan Surya Nusantara, 7(7), 2370–2376. https://doi.org/10.56338/jks.v7i7.5598
Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia. (2025). Stop work authority (SWA). PAKKI. https://pakki.org
Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Puspasari, V. H. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tenaga kerja di proyek konstruksi. Jurnal Teknika, 1, 1–10.
Setiawan, M. A., & Agustina, T. S. (2014). Pengaruh safety climate terhadap kecelakaan kerja dengan safety behavior sebagai variabel intervening pada karyawan PT Panca. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan, 2, 125–136.
Sihombing, G. (2022). Kajian penerapan stop work authority terhadap first aid case untuk nol lost time injury. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja, 3(2), 76–81.
Stanley Filberto, A., & Jani, R. (2023). Pengaruh psychological capital terhadap safety behavior dengan mediasi communication competence pada pekerja. Jurnal Duta Solusi, 10(2), 252–270. https://doi.org/10.9744/duts.10.2.252-270
Swarjana, I. K. (2023). Metodologi penelitian kesehatan (Edisi terbaru). Yogyakarta: Penerbit Andi.
Todd S. Forry. (2023). Empowering safety: How stop work authority shapes a safer workplace culture. Occupational Safety & Health.
Yuamita, R., & Bahtiar, F. (2023). Analisis human error untuk mengurangi kecelakaan kerja pada stasiun penggilingan PG Madukismo menggunakan metode SHERPA dan HEART. Jurnal Teknik Industri, 2(11), 4129–4140.