PELAKSANAAN KPSP SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK DI POSYANDU DESA MEKAR SARI
DOI:
https://doi.org/10.36656/jpmph.v6i1.2791Kata Kunci:
Deteksi Dini, Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), Perkembangan AnakAbstrak
Gangguan tumbuh kembang pada anak dapat secara signifikan menghambat potensi mereka untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. Pencegahan gangguan tersebut sangat bergantung pada upaya deteksi dini yang dilakukan secara sistematis. Di Posyandu Desa Mekar Sari, permasalahan terkait gangguan pertumbuhan dan keterlambatan perkembangan, yang diperburuk oleh kurangnya praktik deteksi dini, merupakan tantangan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat melakukan pelaksanaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) ini bertujuan untuk upaya mendeteksi dini gangguan KPSP. Skrining dilakukan pada anak berusia 6 hingga 60 bulan dengan pendekatan observasional deskriptif. Pelaksanaan KPSP melibatkan pengisian kuesioner oleh orang tua, diikuti dengan observasi langsung untuk menilai aspek motorik, bahasa, dan sosial anak. Hasil menunjukkan bahwa 82% anak berkembang sesuai usia, 16% berada dalam kategori meragukan, dan 2% mengalami penyimpangan. Status gizi anak juga dipantau, dengan 80% berada dalam kategori gizi baik, 18% gizi lebih, dan 2% gizi kurang. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran orang tua terhadap pentingnya stimulasi optimal dan pemantauan tumbuh kembang anak. Dengan dukungan pemerintah desa dan penerapan inovasiteknologi, upaya ini berpotensi untuk diterapkan di wilayah lain, guna mencegah masalah kesehatan dan perkembangan anak di masa depan