HUBUNGAN KUALITAS AIR SUNGAI BATANGHARI YANG TERKONTAMINASI AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK DI KELURAHAN SIJENJANG KOTA JAMBI TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.36656/k2nhe025Keywords:
Dermatitis Kontak, Sungai Batanghari, Kualitas Air, Kesehatan LingkunganAbstract
Latar Belakang: Pencemaran air sungai akibat limbah domestik merupakan masalah kesehatan lingkungan yang serius, salah satunya memicu gejala dermatitis kontak pada masyarakat bantaran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas air sungai, faktor pekerjaan, dan perilaku masyarakat dengan risiko gejala dermatitis kontak di Kelurahan Sijenjang tahun 2025.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 214 responden yang tinggal di wilayah Kelurahan Sijenjang. Data dikumpulkan melalui observasi kualitas air sungai, wawancara, dan pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dan perhitungan Prevalence Ratio (PR).
Hasil: Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kualitas air Sungai Batanghari terkontaminasi limbah domestik dengan parameter Fecal Coliform dan Fosfat (Deterjen) melampaui baku mutu. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,001) pada variabel: jenis pekerjaan (PR = 2,7), frekuensi kontak (PR = 3,1), penggunaan Alat Pelindung Diri/APD (PR = 3,3), dan kondisi SPAL rumah tangga (PR = 2,1). Responden yang tidak menggunakan APD lengkap memiliki risiko tertinggi (3,3 kali lebih besar) untuk mengalami keluhan dermatitis kontak.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas lingkungan (air sungai dan SPAL), faktor pekerjaan, serta perilaku penggunaan APD dengan risiko gejala dermatitis kontak. Penggunaan APD lengkap dan perbaikan sarana sanitasi (SPAL) sangat disarankan untuk mengurangi prevalensi gangguan kulit pada masyarakat pekerja sungai di Kelurahan Sijenjang.

