Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dan Lingkungan Sekitar Rumah Dengan Kejadian Malaria Di Desa Puay Distrik Sentani Timur Kecamatan Sentani Timur Kabupaten Jayapura Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.36656/mnyahz55Keywords:
kejadian malaria, kondisi fisik rumah, lingkungan sekitar rumah, Jayapura PapuaAbstract
Abstrak
Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua. Kabupaten Jayapura mencatat jumlah kasus tertinggi di Papua, dengan Desa Puay mengalami peningkatan signifikan dari 127 kasus tahun 2023 menjadi 426 kasus tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kondisi fisik rumah dan lingkungan sekitar rumah dengan kejadian malaria di Desa Puay, Kecamatan Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain case-control. Sampel terdiri dari 33 kasus malaria dan 33 kontrol yang dipilih secara consecutive sampling dengan matching jenis kelamin. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta Odds Ratio (OR) dengan CI 95%. Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel berhubungan bermakna dengan kejadian malaria: kerapatan dinding (OR=3,498; p=0,020), kawat kasa ventilasi (OR=3,500; p=0,014), plafon/langit-langit (OR=3,063; p=0,027), semak-semak (OR=3,121; p=0,026), parit/selokan (OR=3,095; p=0,037), kandang ternak (OR=3,640; p=0,027), dan penggunaan kelambu (OR=4,808; p=0,003). Kondisi fisik rumah dan lingkungan sekitar rumah berhubungan bermakna dengan kejadian malaria di Desa Puay. Intervensi perbaikan rumah dan pengelolaan lingkungan direkomendasikan sebagai strategi prioritas pengendalian malaria di wilayah endemis ini.
Keywords: kejadian malaria, kondisi fisik rumah, lingkungan sekitar rumah, Jayapura Papua

