PENYULUHAN MANFAAT PENUNDAAN PEMOTONGAN TALI PUSAT PADA BAYI KEPADA IBU HAMIL

  • Mutiara Dwi Yanti Intitut Kesehatan Deli Husada Deli Tua
  • Nurul Aini Siagian
  • Vitrilina Hutabarat
  • G.F Gustina Siregar
  • Putri Ayu Yessi Ariescha
  • Andayani Boang Manalu

Abstract

Penyebab utama kematian neonatal adalah prematuritas, komplikasi terkait persalinan yaitu asfiksia dan infeksi serta birth defect. Saat dalam kandungan, sistem tubuh bayi tergantung pada ibu. Pada masa ini janin akan memperoleh oksigen dari ibu. Pada saat bayi dilahirkan kedunia, kemudian tali  pusarnya dipotong maka  secara  otomatis ketergantungannya terhadap ibu terhenti. Baik atau tidaknya fungsi dari alat-alat tubuh diukur dengan suatu penilaian ataupun tes yang di sebut dengan tes APGAR. Penilaian keadaan umum bayi dinilai satu menit setelah lahir dan kemudian 5 menit setelah bayi lahir. World Health Organization (WHO) sendiri kini mengeluarkan pedoman terkait penjepitan dan pemotongan tali pusat bayi baru lahir. Penundaan penjepitan tali pusat lebih dari 120 detik direkomendasikan untuk meningkatkan derajat kesehatan BBL serta nutrisi pada bayi. Penundaan pusat mampu memperbaiki nilai APGAR pada bayi serta mempengaruhi kadar hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht), menambah volume darah atau eritrosit, sehingga dapat mencegah terjadinya hipovolemi serta hipotensi pada BBL Namum hal ini belum banyak di sosialisasikan kepada ibu hamil terutama di trimester ketiga yang menjelang persalinan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai pentingnya penundaan penjepitan tali pusat pada bayi pada saat proses persalinan. Adapun metode dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi kepada ibu hamil mengenai penundaan penjepitan tali pusat untuk mencegah terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir

Published
2021-03-31