PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PERAWAT DI RUANG RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM SEMBIRING

  • Herlina J. El-Matury Deli Husada
  • Elisabeth Dame Manalu
  • Saiful Batubara
Keywords: Keywords: Personal Protective Equipment, Nurse, Radiology, Kata Kunci: APD, Perawat, Radiologi

Abstract

Abstract

 

In medical, radiation exposure hazard in radiology rooms is higher than other places. Nurses who are exposed to radiation for a long time and continuously can cause health problems due to radiation exposure to nurses in the radiology room. Sembiring Hospital plays an important role in the management system to avoid and reduce radiation exposure hazards. The results of level of compliance and the behavior of using Personal Protective Equipment, out of 30 radiology room nurses, 80% of them did not comply with wearing Personal Protective Equipment when working due to lack of knowledge and awareness. Therefore, it’s necessary to provide health education and training to change the behavior of the use of Personal Protective Equipment. By conducting training of using Personal Protective Equipment and counseling about the dangers of radiation and the importance of using Personal Protective Equipment to nurses who work in the radiology room, it’s hoped that they can increase their knowledge and their ability. This training and counseling forms a mindset and awareness. With the creation of a mindset to be aware, nurses can form compliance with Personal Protective Equipment while working without having to be supervised by the Health Safety Environment Officer at the Sembiring Hospital.

 

Abstrak

 

Di rumah sakit, paparan dan bahaya radiasi di ruang radiologi lebih tinggi dibandingkan pada lokasi lain. Perawat yang terpapar radiasi dengan waktu yang panjang dan terus menerus bisa menimbulkan gangguan kesehatan bahkan sampai pada kematian akibat paparan radiasi pada perawat di ruang radiologi. Rumah Sakit Umum Sembiring menjalankan peran penting dalam sistem manajemen untuk menghindari dan mengurangi bahaya paparan radiasi. Dari hasil pengukuran tingkat kepatuhan dan perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri sebanyak 30 orang perawat ruang radiologi 80% diantaranya tidak patuh memakai Alat Pelindung Diri karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran. Para perawat mengaku hanya memakai Alat Pelindung Diri ketika ada pengawasan dari unit keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit. Hal ini juga disebabkan karena para perawat tidak terampil dalam memakai alat pelindung diri. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan dan penyuluhan kesehatan untuk mengubah perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri bagi perawat di ruang radiologi Rumah Sakit Umum Sembiring. Dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka dan membentuk pola pikir dan sikap awas terhadap bahaya radiasi. Dengan terciptanya pola pikir awas terhadap bahaya dan untuk melindungi diri sendiri, perawat mewujudkannya menjadi tindakan berupa perilaku kepatuhan memakai Alat Pelindung Diri selama bekerja tanpa harus diawasi oleh Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit Umum Sembiring.

References

DAFTAR PUSTAKA

Ardini, Septiani. (2008). Rancangan Protap Proteksi Radiasi Untuk Tenaga Radiografer di Instalasi Radiologi RS. Roemani Kota Semarang, Semarang

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). (2013). Pedoman Dosis Pasien Radiodiagnostik. Jakarta

Departemen Kesehatan RI. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Jakarta : Kementerian Kesehatan

Depkes RI. (2012). Tim. Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit, Dir. Bina Kesja Depkes, Jakarta

Green, L.W, Kreuter. (2000). Health Promotion Planning An Educational and Environmental Approach, 2nd Edition, California, Mayfield Publishing Company.
Kementrian Kesehatan RI. (2007). Kepmenkes Nomor. 375/Menkes/SK/III/2007, Tentang Standar Profesi Radiografer, Jakarta.

Tarwaka. (2014). Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta : Harapan Press.

Tim, Pendidikan dan Latihan Petugas Proteksi Radiasi, (2005). Jakarta : Bapeten.
Published
2021-03-31