PELATIHAN PENGGUNAAN APD PADA PEKERJA PROYEK PEMBANGUNAN

  • Rizka Annisa Deli Husada
  • Herlina J. El-Matury
Keywords: Keywords : Potential hazards, structural work processes, architectural work processes., Kata kunci: Potensi bahaya, proses kerja struktur, proses kerja arsitektur.

Abstract

Abstract

Construction projects are inherently dangerous and can lead to accidents. Therefore, this research was conducted to determine the potential hazards of K3 in the work process of building and building components, with an emphasis on mechanical hazards, chemical hazards, physical hazards and electrical hazards. This study uses an observational method to describe, the aim is to determine the potential hazards of K3 from the process of working on structural parts and the process of working on parts of the building. This research was conducted on the construction project of the Agung Lubk Pakam Hospital. The results showed that the greatest K3 hazard potential was found in structural work, namely in the casting process, such as falling from a concrete barrel, being hit by a concrete barrel, exposed to steel slings, exposed to iron. sheets, etc. The concrete dough that falls off the scaffold is exposed to dust, vibration, heat and noise. In construction work, the biggest K3 hazard potential is in roof work, where workers are exposed to formwork and iron rings, their feet and hands are clamped by formwork and iron rings, and workers' hands are scraped off by iron and iron rings on log formwork. , respiratory problems, skin and eye irritation due to waterproof coating, exposure to dust, vibration, heat and noise. It is very important to consult with workers about the use of PPE, the project must also make a K3 mark in every dangerous work area and give sanctions to those who do not use PPE.

 

Abstrak

 

Proyek konstruksi pada dasarnya berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi bahaya K3 pada proses kerja komponen bangunan dan bangunan, dengan menitikberatkan pada bahaya mekanis, bahaya kimiawi, bahaya fisik dan bahaya listrik. Penelitian ini menggunakan metode observasi untuk mendeskripsikan, tujuannya adalah untuk mengetahui potensi bahaya K3 dari proses pengerjaan bagian struktur dan proses pengerjaan bagian bangunan. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Rumah Sakit Agung Lubk Pakam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya K3 terbesar terdapat pada pekerjaan struktur, yaitu pada proses pengecoran seperti jatuh dari tong beton, tertabrak tong beton, terkena sling baja, terkena besi. lembaran, dll. Adonan beton yang jatuh dari perancah terkena debu, getaran, panas dan kebisingan. Pada pekerjaan konstruksi, potensi bahaya K3 terbesar terdapat pada pekerjaan atap, yaitu pekerja terkena bekisting dan cincin besi, kaki dan tangan dijepit oleh bekisting dan cincin besi, dan tangan pekerja dikerok cincin besi dan besi pada Bekisting log Cedera akibat perancah terkena tuang beton, kepala, gangguan pernafasan, iritasi kulit dan mata akibat lapisan kedap air, paparan debu, getaran, panas dan kebisingan. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan pekerja tentang penggunaan APD, pihak proyek juga harus membuat tanda K3 di setiap wilayah kerja yang berbahaya dan memberikan sanksi kepada mereka yang tidak menggunakan APD.

Author Biography

Herlina J. El-Matury

Bapak/Ibu reviewer yang baik, semoga lekas publish ya untuk akreditasi

References

Ferdy, Ardinold, Yudi Ariyanto. Macam-macam dan Penyebab Kecelakaan Struckby pada Proyek Konstruksi di Surabaya. Skripsi. Surabaya: Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Kristen Petra.

Hinze. J, W. 1997. Construction Safety. USA: Library of congress Cataloging-inPublication data.

Ikmal. 2017. Penggunaan Alat Berat dalam Proyek Konstruksi. Surabaya: Harapan Jaya.

ILO. Work Organization and Ergonomics. 1998. Jeneva : ILO Publications. Levitt, Raymond E and Nancy M Samelton. Construction Safety Management. New York: John Wiley & Sons, Inc. 1993. Mansfields. Human Vibration dan Occupational Noise Assessment pada Penggunaan Portable Power Tools oleh Pekerja Konstruksi. 2005. http:// .com/

Notoatmodjo, S. 2017. Kesehatan Masyarakat, Ilmu dan Seni. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.

Pudjiastuti, dkk. 1998. Kualitas Udara Dalam Ruang. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Ramli, S. 2019. Management Risiko Dalam Perspektif K3 OHS Risk Management. Jakarta :Dian Rakyat.

Ridley, John. 2018. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Erlangga.

Rostiyanti, Susy Fatena. 2019. Alat Berat untuk Proyek Konstruksi. Bandung: Rineka Cipta.

Santoso, G. 2014. Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Sedarmayanti. 2019. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: : Mandar Maju.

Tarwaka. 2018. Dasar-Dasar Keselamatan Kerja Serta Pencegahan Kecelakaan Di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.
Published
2021-03-31