PELATIHAN TENTANG MODIFIKASI PENANGANAN LIMBAH RS DI RSU SEMBIRING

  • Martha Arizona Deli Husada
  • Linda Margata
Keywords: Keywords : Medical waste, medical solid waste, environmental quality, healthy environment., Kata kunci: limbah medis, limbah padat medis, kualitas lingkungan dan lingkungan yang sehat

Abstract

Abstract

As one of the most important health service departments, the hospital always produces medical solid waste and non-medical solid waste in daily activities, especially in the inpatient department, specialist room section, general clinic section, specialist clinic room, dental clinic room, maternal and child care, laboratory clinics and pharmacies. Most medical solid waste contains substances that are highly contagious, infectious and dangerous. Therefore it must be managed properly, otherwise these wastes will become a new source of transmission for both the community around the hospital and for medical personnel in the hospital. The management and handling of hospital waste has special rules. By improving the handling and management of hospital waste, medical waste management, increasing knowledge of human resources in waste management, and its impacts can influence the creation of examples of healthy development from a healthy society by improving the quality of individual and community health. Hospital medical solid waste and the poor quality of the hospital environment are the causes of various health problems, therefore it is necessary to apply laws and regulations to monitor various environmental factors in accordance with hygienic principles of environmental cleanliness. This training and counseling proposes a medical solid waste management model at the Sembiring General Hospital to create a healthy environment around the hospital.

 

Abstrak

Sebagai salah satu departemen pelayanan kesehatan yang terpenting, dalam kegiatan sehari-hari rumah sakit selalu menghasilkan limbah padat medis dan limbah padat non medis, khususnya di bagian rawat inap, bagian ruangan spesialis, bagian klinik umum, ruang klinik spesialis, ruang klinik gigi, ruang perawatan ibu dan anak, klinik laboratorium dan apotek. Kebanyakan limbah padat medis mengandung bahan yang sangat menular, infeksius dan berbahaya. Oleh karena itu harus dikelola dengan baik, jika tidak maka limbah-limbah tersebut akan menjadi sumber penularan baru baik bagi masyarakat sekitar rumah sakit maupun untuk tenaga medis di rumah sakit. Pengelolaan dan penanganan limbah rumah sakit memiliki aturan khusus. Dengan perbaikan penanganan dan pengelolaan limbah rumah sakit, pengelolaan sampah medis, peningkatan pengetahuan sumber daya manusia dalam pengelolaan sampah, dan dampaknya dapat mempengaruhi terciptanya contoh pembangunan yang sehat dari masyarakat yang sehat dengan meningkatkan kualitas kesehatan individu dan komunitas. Limbah padat medis rumah sakit dan kualitas lingkungan rumah sakit yang buruk merupakan penyebab timbulnya berbagai gangguan kesehatan, oleh karena itu perlu diterapkan peraturan perundang-undangan untuk memantau berbagai faktor lingkungan sesuai dengan kaidah higienis kebersihan lingkungan. Pelatihan dan penyuluhan ini mengusulkan suatu model pengelolaan limbah padat medis di Rumah Sakit Umum Sembiring untuk menciptakan lingkungan yang sehat di sekitar Rumah Sakit

References

Abah, Obekpa., Stephen and Ige Ohimain, Elijah., (2011), Healthcare Waste Management in Nigeria: A Case Study, Journal of Public Health and Epidemiology, Available online at http://www.academicjournals.org/jphe, ISSN:2141-2316 ©2011 Academic Journals, 3(3), 99-110.

Al-Shayea, Qeethara., and El-Refea, Ghaleb,. (2013), Predicting the Effects of Medical Waste in the Environment Using Artificial Neural Networks: A Case Study, IJCSI International Journal of Computer Science Issues, ISSN (Print): 1694-0784, 10(3), ISSN (Online): 1694-0814, 10(1), 258-261.

Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Tim Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, (2014), Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sumatera Utara 2013, Provinsi Sumatera Utara. Badan Lingkungan Hidup Kota Medan, Tim Badan Lingkungan Hidup Kota Medan, (2014). Status Lingkungan Hidup Daerah Kota Medan 2013, Pemko Medan.

Badan Lingkungan Hidup Kota Medan, Tim Badan Lingkungan Hidup Kota Medan, (2015). Status Lingkungan Hidup Daerah Kota Medan 2014, Pemko Medan.

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan, (2002), Pedoman Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Daerah Propinsi Sumatera Utara.

Koesoemo Adi, S., (2003), Manajemen Rumah Sakit. Jakarta, Pustaka Sinar Harapan, (121-123).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), (2004). Jakarta, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), (2014), Jakarta, Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Jakarta. Depkes, RI, 24- 37.
Published
2021-03-31