PELATIHAN PENERAPAN PROGRAM GIZI KERJA PADA TENAGA KESEHATAN DI RSU SEMBIRING

  • Elmina Tampubolon Deli Husada
  • Diana Sinulingga
  • Ripai Siregar
  • Tedty Rohaya Tinambunan
Keywords: Keywords: Knowledge, Attitudes, Work Nutrition, Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Gizi Kerja

Abstract

Abstract 

As one of the most important health service departments, the daily activities of the hospital must produce good performance. Therefore it must be managed properly, otherwise it will be a source of problems that will impact health workers and the work productivity of employees in hospitals and medical personnel themselves. One of the things that is important to note is the work nutrition of hospital employees. Work nutrition has a positive synergy with employee productivity. If the employee's work nutrition is fulfilled properly, the employee's performance will also be good and increase. Likewise, if the work nutrition is not enough, the productivity will also decrease. By improving the handling of good work nutrition improvement and if the work nutrition program is not implemented properly it will have a negative impact, one of which is a decrease in the work productivity of employees so that it is not optimal in work, thus it is necessary to increase the level of knowledge of human resources in managing work nutrition, and the impact can affect the creation of poor quality performance which is the cause of various health problems, therefore it is necessary to apply laws and regulations to monitor various health factors in accordance with the principles of improving the work nutrition program. This training and counseling proposes a management model for the work nutrition program at the Sembiring hospital to create healthy health workers with good and satisfying performance.

 

Abstrak

Sebagai salah satu departemen pelayanan kesehatan yang terpenting, kegiatan sehari-hari rumah sakit haruslah menghasilkan kinerja yang baik. Oleh karena itu harus dikelola dengan baik, jika tidak maka akan menjadi sumber permasalahan yang akan berdampak kepada tenaga kesehatan serta produktifitas kerja karyawan di rumah sakit dan tenaga medis itu sendiri. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah gizi kerja karyawan rumah sakit. Gizi kerja bersinergi positif dengan produktivitas pegawai. Apabila gizi kerja karyawan terpenuhi dengan baik maka kinerja karyawan juga akan baik dan meningkat. Begitu juga apabila gizi kerja kurang makan produktivitas juga akan menurun. Dengan peningkatan penanganan perbaikan gizi kerja  yang baik dan apabila program gizi kerja tidak dijalankan dengan baik maka akan dapat berdampak negatif salah satunya adalah penurunan produktifitas kerja para karyawan sehingga tidak maksimal dalam pekerjaan, dengan demikian perlu peningkatan tingkat pengetahuan sumber daya manusia pengelolaan gizi kerja, dan dampaknya dapat mempengaruhi terciptanya kualitas kinerja  yang kurang baik merupakan penyebab timbulnya berbagai gangguan kesehatan, oleh karena itu perlu diterapkan peraturan perundang-undangan untuk memantau berbagai faktor kesehatan  sesuai dengan kaidah perbaikan program gizi kerja. Pelatihan dan penyuluhan ini mengusulkan suatu model pengelolaan program gizi kerja di rumah sakit Sembiring untuk menciptakan tenaga kesehatan yang sehat serta kinerja yang baik dan memuaskan

References

Adrianto, E. H. And D. N. A. Ningrum (2010). HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KESEGARAN JASMANI DAN STATUS GIZI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Vol 5, No 2 (2010)).
Atikah Proverawati Dan Erna Kusuma Wati. (2010) ILMU GIZI UNTUK KEPERAWATAN DAN GIZI KESEHATAN. Yogyakarta: Nuhamedika.
Ari Agung, I. G. A. (2008). Pengaruh Perbaikan Gizi Kesehatan Terhadap Produktivitas Kerja.” Piramida (Vol. 4, No. 1 Juli 2008).
Aziza, Z. And F. F. Dieny (2015). “Perbedaan Aktivitas Fisik Intensitas Berat, Asupan Zat Gizi Makro, Persentase Lemak Tubuh, Dan Lingkar Perut Antara Pekerja Bagian Produksi Dan Administrasi Pt. Pupuk Kujang Cikampek.” Journal Of Nutrition College (Vol 4, No 2 (2015): (April 2015)): 96-103.
Ellyke, E. (2007). “Hubungan Tingkat Kecukupan Energi Dan Protein Dengan Status Gizi Pekerja Wanita Di Sentra Industri Sandal, Sidoarjo.” Ikesma (Vol 3, No 1 (2007)).
Hidayat Syarief. 1997. Membangun Sdm Berkualitas. Suatu Telaahan Gizi Masyarakat Dan Sumber Daya Keluarga. Ipb. Bogor.
Mahdar, D., Et Al. (1996). “Status Gizi Mikro (Tembaga, Seng Dan Kronium), Pengetahuan Gizi Dan Keadaan Gizi Lebih Pada Pria Pekerja.” Jurnal Penelitian Gizi Dan Makanan (Jilid 19 (1996)).
Marsetyo, H Dan G. Kartasapoetra. 1991. Ilmu Gizi. Rineka Cipta. Jakarta.
Miagia I.S. & Hidayati T. (2010) Hubungan Pelaksanaan Prinsip Pemberian Menu Nurcahyo, K. Dan Briawan, D. (2010) Konsumsi Pangan Penyakit Infeksi Dan Status Gizi Anak Balita Pasca Perawatan Gizi Buruk, Jurnal Gizi Dan Pangan, Vol. 5 (3): Pp. 164-170
Mulyatiningsih, E. (2000). “Pengendalian Stres Pada Wanita (Tinjauan Dari Pekerjaan Dan Status Gizi).” Humaniora (Vol 5, No 2: 2000).
Suma‟Mur, 1996. Higene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Pt. Toko Gunung Agung
Sunitaalmatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta: Pt Gramedia Pustaka Utama, 2009), Hlm.296
Wijayanti, Reni, 2007. Materi Kuliah Gizi Kerja. Surakarta : D-Iii Hiperkes Dan Kk Fakultas Kedokteran Uns.
Wulandari, P. D. A., Et Al. (2015). “Hubungan Antara Asupan Energi, Asupan Protein Dan Aktivitas Fisik Terhadap Status Gizi Penduduk Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Upt Kesmas Blahbatuh Ii, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.” E-Jurnal Medika Udayana(Vol 4 No 7(2015):E-Jurnal Medika Udayana).
Published
2021-03-31