INTERVENSI KEPERAWATAN PADA PASIEN PRURITUS UREMIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA: A SYSTEMATIC REVIEW

  • Friska Sembiring Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua
  • Citra Anggraini Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua
  • Dewi Tiansa Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua
Keywords: Intervensi Keperawatan, Pruritus Uremik, Hemodialisa

Abstract

Uremik pruritus merupakan salah satu keluhan paling umum terjadi pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa dimana komplikasi nya sangat erat berhubungan dengan gangguan kualitas hidup, gangguan tidur, ansietas dan komplikasi lainnya pada daerah kulit yang dapat mencapai tingkat mortalitas yang tinggi. Penelitian tentang uremik pruritus yang melihat efek minyak esensial aromatherapy di tinjau terbitan antara tahun 2011 sampai dengan tahun 2018. Metode yang digunakan melalui pencarian database CINAHL, Science Direct, JCN, IOSR Journal, Biomed Central, Proquest, Google Scholar dengan pencarian jurnal tentang efek intervensi keperawatan terhadap pruritus uremik. Penelitian yang di telusuri ada 10 jurnal terdiri dari original research, studi review, short review dan randomize control trial dan quasi eksperimental yang meneliti tentang intervensi keperawatan sepertiĀ  aromatherapy, akupressure, pemantauan status gizi terhadap pasien pruritus uremik dimana jurnal tersebut mendapatkan kesimpulan bahwa intervensi keperawatan memberikan efek positif terhadap pruritus uremik dari hasil penelitian tersebut di dapatkan bahwa penelitian aromatherapy lebih banyak memberikan hasil yang baik terhadap penurunan uremik pruritus khususnya pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Intervensi keperawatan seperti complementary therapy dapat di pertimbangkan menjadi salah satu terapi non farmakologis yang dapat diberikan kepada pasien yang mengalami uremik pruritus.

Published
2020-04-30
How to Cite
Sembiring, F., Anggraini, C., & Tiansa, D. (2020). INTERVENSI KEPERAWATAN PADA PASIEN PRURITUS UREMIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA: A SYSTEMATIC REVIEW. Jurnal Penelitian Keperawatan Medik, 2(2), 34-38. https://doi.org/10.36656/jpkm.v2i2.216