PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMULIHAN TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI BALITA GIZI BURUK DI TFC-FAJAR UPTD PUSKESMAS SAIGON KOTA PONTIANAK TAHUN 2018

  • Andi Ipaljri Saputra Universitas Batam
  • Sukma Sahreni Universitas Batam
Keywords: supplementary feeding for recovery, toddler nutrition status, malnutrition

Abstract

Background: The best indicator to measure the nutritional status of the community is through the nutritional status of children under five. In an effort to overcome the problem of malnutrition in infants, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia established a comprehensive policy, including prevention, promotion or education and management of malnutrition toddlers. The prevention efforts are carried out through growth monitoring in integrated service posts
while malnourished children under five are treated with supplementary recovery feeding programs. Method: This research is a Quasi Experiment study with one group pretest and posttest design. The sampling technique was a total sampling with a sample of 32 patients. Univariate analysis was presented in the frequency distribution table and bivariate analysis using Spearman Rank Correlation test. Result: There was a significant influence on the nutritional status of children under five before and after PMT-P based on the weight-for-height index and weight-for-age. For the height-for-age index there was no significant influence on the nutritional status of children under five before and after PMT-P which means there was no correlation of the height-for-age index against PMT-P. Conclusion: There is a significant influence on the nutritional status of children under five based on the weight-for-height index and weight-for-age before and after PMT-P, but it is not related to the nutritional status of children under five based on the height-for-age index.

References

Adriani, M., & Kartika, V. 2013. Pola asuh makan pada balita dengan status gizi kurang di Jawa Timur, Jawa Tengah & Kalimantan tahun 2011. Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2.
Agus Riyanto, 2011. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Nuha. Medika Yogyakarta.
Almatsier, S. 2011. Prinsip DasarIlmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Alhudawi. 2010. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Keaktifan Keluarga terhadap Program Posyandu dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Ujung Padang. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan.
Arisman. 2010. Buku Ajar Ilmu Gizi, Gizi Dalam daur Kehidupan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran, EGC.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional [Bappenas]. 2012. Kerangka Kebijakan Gerakan Sadar Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Jakarta (ID).
Dinas Kesehatan Kota Pontianak. 2017. Profil Dinas Kesehatan Kota Pontianak Tahun 2017. Pontianak.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2013. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RIKESDAS) Indonesia Tahun 2013. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
Fatimah S. 2012. Dampak berat badan lahir terhadap status gizi bayi. Badan Litbang kesehatan [serial online]. [dikutip 2 Maret 2012]. Diunduh dari: http://diglib.litbang.depkes.go.id.
Fitriyanti, Farida dan Tatik Mulyati. 2012. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) terhadap Status Gizi Balita Gizi Buruk di Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2012. Journal of Nutrition Collage Vol.1 No.1; 99-100.

Hariza, Adnani. 2011. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Nuha Medika. Yogjakarta.
Ihsan M. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Balita di Desa Teluk Rumbia Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Jurnal Gizi Indonesia. 2012; 22(3): 44-54.
Imas Rini, dkk. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) terhadap Status Gizi Balita Gizi Buruk Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Collage Vol.5 No.4. 2017; 99-100.
Kemenkes RI. 2011.Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang StandarAntropometri Penilaian Status Gizi Anak . Jakarta : Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.
Kementrian Kesehatan RI. 2013. Pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk. Jakarta : Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Direktorat Bina Gizi Kementrian Kesehatan RI.
Krisno, Agus. 2009. Dasar-dasar Ilmu Gizi. UMM Press. Malang
Liansyah, Tita Menawati 2015. Malnutrisi Pada Anak Balita. Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Volume II Nomor 1. ISSN: 2355-102X.
Moehji, S., 2009. Ilmu Gizi 2 Penanggulangan Gizi Buruk. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.

Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Promosi Kesehatan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka cipta.
Novitasari, Dewi. 2012. Faktor-faktor Risiko Kejadian Gizi Buruk Pada Balita Yang Dirawat Di RSUP Dr. Kariadi Semarang. http://eprints. undip.ac.id/37466/ Diakses tanggal 26 Juni 2014.
Perdani, Z. putri, Roswita Hasan, Nurhasanah. 2016. Hubungan Praktik Pemberian Makan Dengan Status Gizi Anak Usia 3-5 Tahun Di Pos GiziDesa Tegal Kunir Lor Mauk. JKFT, Edisi Nomor 2, Januari 2016.
PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi), 2009. Labu kuning, Daftar Komposisi Bahan Makanan. DKBM, Jakarta.
Purwaningrum, S., & Wardani, Y. 2012. Hubungan Antara Asupan Makanan dan Status Kesadaran Gizi Keluarga dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon I, Bantul. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3. Yogyakarta.
Retnowati DH, Syamsianah A, Handarsari E. 2015. Pengaruh pemberian makanan tambahan pemulihan terhadap perubahan berat badan balita bawah garis merah kecacingan di wilayah Puskesmas Klambu Kabupaten Grobogan. Jurnal Gizi.;4(1).
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 2013. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, 2013. Jakarta.
Rumengan, Jemmy. 2010. Metodologi Penelitian Dengan SPSS. Batam: UNIBA PRESS.
Sihombing, Helda. 2013. Pengertian Gizi Buruk Untuk Diketahui Penyebabnya, (online), diakses 03 Januari 2014.
Sugiyono. 2012. Metode PenelitianKuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supariasa, I. D., Bachyar Bakri., & Ibnu F. 2012. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Supariasa, I Dewa Nyoman, Bachyar Bakri, dan Ibnu Fajar. 2013. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sutomo B dan Anggraini DY. 2010. Menu Sehat Alami Untuk Balita & Batita. Jakarta : PT. Agromedia Pustaka.
Undang-UndangRepublik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
UNICEF, 2013. Improving Child Nutrition, The Achievable Imperative For Global Progress. New York: United Nations Children’s Fund. UNICEF. 2013. Ringkasan Kajian Gizi. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
William, A, 2010. Gambaran Status Gizi Anak Di Panti Asuhan Yayasan Terimakasih Abadi Kecamatan Medan Barat Tahun 2010. Available from: http://respository.usu.ac.id/handle/123456789/21485.
World Health Organization. 2009. Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Jakarta: WHO Indonesia.
Published
2019-10-31
How to Cite
Saputra, A., & Sahreni, S. (2019). PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMULIHAN TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI BALITA GIZI BURUK DI TFC-FAJAR UPTD PUSKESMAS SAIGON KOTA PONTIANAK TAHUN 2018. Jurnal Penelitian Keperawatan Medik, 2(1), 45-53. https://doi.org/10.36656/jpkm.v2i1.175